Judul di atas sepertinya memiliki makna yang sama, namun kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk menelusuri perbedaan dari kedua kata di atas yaitu antara “Kesempurnaan” dan “Perfectionisme”.
Sebelumnya I will tell you my expiriences :
Waktu sekolah dulu “SMP” saya punya mata pelajaran kegemaran seperti siswa-siswa lainnya yang juga pasti punya. Di kelas satu sampai dengan kelas tiga, saya senang sekali dengan pelajaran berhitung (exact) dan yang paling saya gemari saat itu ialah Fisika ditunjang dengan mata pelajaran lainnya. Saya masih ingat, ketika kelas satu, saya dapat pukulan di jidat saya dari guru favo saya Pak Saragih,. Beliau menggunakan papan belakang penghapus papan tulis yang keras (saat itu masih mengugnakan papan tulis kapur). Kalau saya tidak salah ingat, waktu itu ialah karena saya tidak bisa jawab pertanyaan mendadak dari beliau, yang selalu mondar mandir kelas untuk menguji siswanya (hal itu paling dibenci siswa pada umumnya :-), karena bikin dag dig dug ). Saat itu saya sangat membenci guru itu, mungkin itu kesan pertama karena pukulan manis tadi. Namun saya tidak dapat peta, bagaimana saya bisa menjadi begitu suka pelajaran fisika. Apakah karena pukulan di jidat? Atau saya menemukan minat di dalamnya. :-)
Dan otomatis beliau menjadi guru favo saya di kelas satu, karena melalui beliau saya menjadi penggemar fisika sampai di kelas tiga,, Thanks Pak Saragih :-) . Kalian tau, bahkan ketika di kelas tiga nilai-nilai tugas dan ulangan saya selalu mendapat score 10 untuk mata pelajaran fisika. (waktu itu masih skala 1 – 10). Sampai – sampai mendapat perdebatan kecil, bagaimana kalau rapot saya untuk nilai fisika di berikan nilai “10”.
Sejak saya menyukai fisika, saya melakukan segala tugas-tugas nya sebaik mungkin. Ulangannya juga sebaik mungkin, saya harus dapat nilai sempurna dan paling bagus di kelas. Saya tidak suka kalau nilai saya dibawah 9, dan memang hampir seluruh tugas saya “ten”.
Hal itulah yang bisa saya gambarkan dengan “perfectionisme”. Coba anda ingat barangkali ada gambaran dari pengalaman pribadi anda, mengenai “perfectionisme”. Saya tidak bisa membulatkan pengertian secara mendetail, namun saya sudah berusaha gambarkan. Coba kita bandingkan dengan kesempurnaan.
Dari pengalaman – pengalaman belajar saya, setelah berada di SMU sampai kepada saya kuliah, banyak perubahan, dan hal terbesar yang menyebabkan perubahan itu ialah “lingkungan dan pergaulan hidup kita”, believe me!!!, jadi sebelum anda dipengaruhi lingkungan, pastikan anda bisa memperngaruhi lingkungan anda terlebih dahulu, paling tidak anda bisa memilih untuk berada di lingkungan yang seperti apa?.(lnjut....!) Setelah di SMU, pelajaran fisika berubah menjadi sebuah kebosanan, dikarenakan interaksi dengan pengajar kurang “ok” alias ndak cucok book. Hee.
Di kelas satu saya malah sangat menggemari .... next board
Tidak ada komentar:
Posting Komentar